Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
World Health Organization (WHO) pada tanggal 15 April 2022 telah menerbitkan peringatan tentang kasus hepatitis akut pada anak yang belum diketahui etiologinya. Berdasarkan Pan American Health Organization (PAHO), pada tanggal 3 Mei 2022 lebih dari 200 kasus telah dilaporkan dari 20 negara. Sebagian besar kasus berada di Inggris, yang merupakan negara pertama yang melaporkan kasus ke WHO. Jumlah kasus ini terus meningkat hingga diketahui menyerang anak-anak di Indonesia.
Terkait dengan kasus hepatitis akut pada anak di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).
Terdapat beberapa gejala awal hepatitis untuk diwaspadai antaranya mual, muntah, diare berat, demam ringan. Untuk gejala lanjutan bisa berupa air kencing bewarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang, serta kesadaran yang menurun.
Ikatan Dokter Anak Indonesia memberikan beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan, diantaranya:
Jika Ayah dan Bunda ingin berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak RS YARSI, silahkan melakukan reservasi H-1 terlebih dahulu.
Berikut nama Dokter Spesialis Anak RS YARSI:
Informasi layanan lebih lanjut silahkan menghubungi:
Call Center RS YARSI : 021-80618618/19
Call Center Covid RS YARSI : 0877-1188-9998
Admin Rawat Jalan RS YARSI : 0818-118-804
Admin BPJS RS YARSI : 0811-1903-3319
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (QS Asy Syu’ara: 80)
Source: Sekretariat Kabinet RI, Kementerian Kesehatan RI, Pan American Health Organization
Jika Anda lupa kata sandi Anda, Masukkan Email Anda