TETAP PUASA MESKI SAKIT MAAG? SIAPA TAKUT!

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu umat muslim seluruh dunia. Pada bulan ini setiap orang berbondong-bondong untuk memperbanyak ibadah dan melaksanakan puasa wajib Ramadhan. Tak terkecuali untuk pengidap dispepsia atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sakit maag.

Beberapa pengidap sakit maag mungkin bertanya-tanya, apakah puasa yang dilaksanakan akan memperparah kondisi lambung, sebab puasa Ramadhan mewajibkan seseorang untuk menahan haus dan lapar hingga lebih kurang 13 jam. Mengenai hal tersebut, dr. Syafruddin A.R. Lelosutan, Sp.PD-KGEH, FINASIM, MARS selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit YARSI mengatakan, “Pasien sakit maag tidak perlu ragu untuk melaksanakan puasa, sebab keteraturan makan saat puasa dapat membantu penderita sakit maag atau setidaknya mengurangi keluhan”

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa “Sakit maag merupakan ketidakseimbangan asam lambung yang menyebabkan gangguan pada dinding lambung. Disaat makan tidak teratur, asam lambung akan meningkat diluar jumlah yang seharusnya dibutuhkan untuk mencerna makanan. Sementara saat melaksanakan puasa, dengan sendirinya jadwal makan akan menjadi lebih teratur, yaitu saat makan sahur dan berbuka kala maghrib tiba. Bila seseorang makan dengan teratur atau terukur, makanan akan dicerna lebih baik oleh asam lambung”.

Beliau juga memberikan beberapa saran untuk megatur nutrisi saat sahur dan buka puasa, agar asam lambung berproduksi dengan baik, “Makanan saat sahur haruslah yang memberikan prospek metabolik berdurasi lama, dimana makanan tersebut tak segera habis dicerna dalam waktu yang singkat, agar dapat dikelola baik dan bertahap oleh lambung. Sementara saat berbuka, pilihlah makanan yang mudah dicerna, sehingga cepat terserap tubuh dan tidak tertumpuk di lambung cukup lama” tuturnya.

Namun tentu saja, disarankan agar pasien sakit maag tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam sebelum melaksanakan puasa. Seterusnya dr. Syafruddin A.R. Lelosutan, Sp.PD-KGEH, FINASIM, MARS menjelaskan bahwa, “Jika terdapat kondisi tukak lambung atau luka pada dinding lambung, pada pasien tertentu disarankan untuk tidak bepuasa atau mengurangi waktu puasa. Akan tetapi jika tak ada luka pada dinding lambung, maka dengan keteraturan makanan saat berpuasa, asam lambung dapat diproduksi secara terukur oleh lambung, sehingga pasien dapat berpuasa dengan aman.”

Untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS YARSI, silahkan menghubungi administrasi rawat jalan untuk melakukan reservasi H-1. Pembayaran dapat melalui Asuransi, BPJS dan Umum. Berikut Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS YARSI:

  • dr. Faizal drissa Hasibuan, Sp.PD, KHOM
  • Dr. dr. Rika Bur, Sp.PD-KPTI
  • dr. R. Gantira Wijayakusumah Danasasmita, Sp. PD’
  • dr. Syafruddin A.R. Lelosutan, Sp.PD-KGEH, FINASIM, MARS
  • dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH
  • dr. Ihsanil Husna, Sp. PD., FINASIM

Informasi layanan lebih lanjut silahkan menghubungi:

Call Center RS YARSI               : 021-80618618/19

Call Center Covid RS YARSI     : 0877-1188-9998

Admin Rawat Jalan RS YARSI  : 0818-118-804

Admin BPJS RS YARSI              : 0811-1903-3319

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” – (QS. Al Baqarah: 183)