SERBA-SERBI TANTRUM PADA ANAK

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu

Bismillahirrahmanirrahim

Tantrum merupakan hal wajar yang terjadi pada anak-anak. Namun tak dapat dipungkiri bahwa tantrum pada anak dapat membuat orang tua kebingungan dan tak jarang turut terbawa emosi. Oleh karena itu Rumah Sakit YARSI (@rsyarsi_official) bersama dengan Dear Moms (@dearmoms) mengadakan IG Live bertemakan “Serba-Serbi Tantrum Pada Anak” pada tanggal 24 Februari 2022.

Psikolog RS YARSI, Devi Sani, M.Psi menjelaskan bahwa tantrum merupakan kemarahan dengan intensitas yang sangat besar yang disertai teriakan, pukulan, menyakiti orang lain/diri sendiri, serta ekspresi tubuh yang intens. Puncak tantrum biasanya terjadi saat anak berusia 2 tahun, yang akan hilang seiring berjalannya waktu, yaitu saat anak sudah bisa mengutarakan emosi yang dirasakan melalui kata-kata.

Meskipun tantrum merupakan hal yang biasa terjadi, namun Bunda dan Ayah bisa memperhatikan apakah tantrum Si Kecil termasuk normal atau tidak. Devi Sani, M.Psi memberikan informasi terkait apa saja yang perlu diperhatrikan saat anak mengalami tantrum, diantaranya frekuensi tantrum apakah sering terjadi, durasi tantrum apakah berlangsung lama, apakah saat tantrum Si Kecil menyakiti dirinya atau orang lain, dan setiap kali anak tantrum apakah orang tua selalu memberi hukuman fisik pada anak karena hal ini akan memperburuk kondisi Si Kecil.

Namun Bunda dan Ayah jangan khawatir, sebab dalam IG Live RS YARSI (@rsyarsi_official) ini juga diberikan tips untuk orang tua dalam menghadapi tantrum anak. Cara terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah menemani Si Kecil hingga tantrum selesai atau dengan cara yang disebut koregulasi. Koregulasi ini dilakukan agar Si Kecil menyerap ketenangan dan emosi orang tua saat ia sedang menghadapi badai emosinya sendiri. Jadi Si Kecil belajar bahwa badai emosi yang ia rasa dapat dikendalikan dan mengetahui cara untuk regulasi emosi dengan baik.

Namun bagaimana jika tantrum ini terjadi di tempat umum? Devi Sani, M.Psi membagi tips sebagai berikut:

  1. Bunda dan Ayah harus mengetahui apakah anak merasakan overwhelmed (kewalahan)
  2. Bawa anak ke mobil atau tempat yang sepi
  3. Orang tua tak perlu banyak bicara saat anak mengalami badai emosi
  4. Penuhi kebutuhan anak jika hal tersebut merupakan masalah utamanya seperti kelelahan atau rasa lapar

Sebagai bagian alami dari proses tumbuh kembang, Bunda dan Ayah layaknya memahami keterbatasan Si Kecil dalam mengutarakan dan mengelola emosi yang ia rasakan. Jika tantrum yang agresif sering terjadi pada Si Kecil, Bunda dan Ayah dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog terdekat.

Untuk berkonsultasi dengan Psikolog RS YARSI, silahkan melakukan reservasi H-1 terlebih dahulu. Kami melayani pembayaran dengan BPJS, Umum, dan Asuransi.

Informasi layanan lebih lanjut silahkan menghubungi:

Call Center RS YARSI                       : 021-80618618/19

Admin Rawat Jalan RS YARSI       : 0818-118-804

Admin BPJS RS YARSI                     : 0811-1903-3319

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)