Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Kanker payudara merupakan penyakit di mana sel-sel di payudara tumbuh di luar kendali. Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak, dan menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat kanker. Hal ini dapat disebabkan karena sebagian besar pasien kanker payudara datang berobat pada stadium yang sudah lanjut.
Oleh karena itu sebaiknya kita mengetahui apa saja faktor risiko kanker payudara sedari dini. Faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara meliputi:
• Berjenis kelamin wanita: Wanita jauh lebih mungkin daripada pria untuk mengembangkan kanker payudara.
• Bertambahnya usia: Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia.
• Riwayat pribadi tentang kondisi payudara: Jika Anda pernah menjalani biopsi payudara yang menemukan lobular carcinoma in situ (LCIS) atau hiperplasia atipikal payudara, Anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
• Riwayat pribadi kanker payudara: Jika Anda pernah menderita kanker payudara di satu payudara, Anda memiliki peningkatan risiko terkena kanker di payudara lainnya.
• Riwayat keluarga dengan kanker payudara: Jika ibu, saudara perempuan atau anak perempuan Anda didiagnosis menderita kanker payudara, terutama pada usia muda, risiko Anda terkena kanker payudara meningkat. Namun, sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker payudara tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga.
• Gen yang diturunkan yang meningkatkan risiko kanker: Mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker payudara dapat diturunkan dari orang tua ke anak.
• Paparan radiasi: Jika Anda menerima perawatan radiasi ke dada Anda sebagai seorang anak atau dewasa muda, risiko kanker payudara meningkat.
• Obesitas: Menjadi gemuk berlebih meningkatkan risiko kanker payudara.
• Memulai menstruasi pada usia yang lebih muda: Memulai menstruasi sebelum usia 12 tahun meningkatkan risiko kanker payudara.
• Mulai menopause pada usia yang lebih tua: Jika Anda mulai menopause pada usia yang lebih tua, Anda lebih mungkin terkena kanker payudara.
• Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua: Wanita yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 30 tahun mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
• Belum pernah hamil: Wanita yang belum pernah hamil memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang pernah hamil satu kali atau lebih.
• Terapi hormon pascamenopause: Wanita yang menggunakan obat terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron untuk mengobati tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
• Minum alkohol: Minum alkohol meningkatkan risiko kanker payudara.
Untuk mengetahui apakah Anda mengidap kanker payudara, salah satunya dapat melakukan pemeriksaan Mammografi. Dengan menggunakan sinar-X dosis rendah, mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista, dan telah terbukti dapat mengurangi mortalitas akibat kanker payudara. Selain mammografi, pemeriksaan payudara sendiri dan pemeriksaan oleh dokter secara teratur merupakan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan payudara.
Beberapa negara telah menyarankan mammografi rutin (1-5 tahun sekali) bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai metode screening untuk mendiagnosa kanker payudara sedini mungkin. Melalui pemeriksaan mammografi, angka kematian karena kanker payudara dapat diturunkan sampai dengan 30%. Dalam metode mammografi, sinar x yang dipancarkan sangat kecil, sehingga metode ini relatif aman, dan pelaksanaannya relatif mudah.
Mammografi di Rumah Sakit YARSI memiliki sistem DR (Digital Radiography) yang memungkin gambar bisa langsung dilihat oleh pasien. Sebagai Rumah Sakit berlandaskan syariah, pelayanan radiografi dilakukan dengan aman, nyaman, dan pelayanan dilakukan sesuai gender.
Jika Sobat RSYARSI ingin berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Radiologi RS YARSI, silahkan melakukan reservasi H-1 terlebih dahulu. Kami melayani pembayaran dengan BPJS, Umum, dan Asuransi.
Berikut nama Dokter Spesialis Radiologi RS YARSI:
Informasi layanan lebih lanjut silahkan menghubungi:
Call Center RS YARSI : 021-80618618/19
Call Center Covid RS YARSI : 0877-1188-9998
Admin Rawat Jalan RS YARSI : 0818-118-804
Admin BPJS RS YARSI : 0811-1903-3319
“Jika aku sakit, maka Allah lah yang menyembuhkan aku.” (QS.Asy-Syu’ara’: 80
Sumber: pdf, cdc, nhs, mayoclinic
Jika Anda lupa kata sandi Anda, Masukkan Email Anda